Lama tidak hujan, Samosir Gelar Ritual Budaya dan para Raja Bius akan menggunakan Pisau Sihotor

Siang terasa sangat panas dan malam terasa sangat dingin inilah yang dirasakan oleh penduduk Sianjur Mula-Mula Samosir. Biasanya kalau cuacanya seperti ini, maka musim kemarau akan pancang bisa sampai 1 bulan atau bahkan 2 bulan atau lebih.

Kalau seperti ini, Karena penduduk samosiar menggantungkan hidup dari hasil pertanian, maka penduduk warga samosir akan mengalami kesulitan.

Di siang hari... maka jalanan penuh abu sehingga harus gunakan masker. Ini adalah karena hujan sudah tidak lama turun. Bagi yang berkendaraan pun harus menggunakan kaca mata karenya abu dari jalan sangat banyak.

dikutip dari http://www.partukkoan.com bahwa Kabupaten Samosir berencana mengadakan ritual budaya pemanggilan hujan sebagaimana yang pernah dilakukan penatau-penatua dulu di sekitar Pusuk Buhit Kabupaten Samosir.

Demikian diungkapkan Raja Bius ni Oppung Borsak didampingi Tokoh Masyarakat Limbong A.Dapot, Kepala Desa Sarimarrihit Junses Limbong, serta masyarakat lainnya pada saat menggelar rapat rencana pelaksanaan ritual di Partukkoan Toguan Desa Simarrihit Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kamis(6/10).

Oppung Borsak kepada wartawan menjelaskan, selain itu adapun tujuan dilaksanakannya ritual ini adalah untuk meminta berkah atau rezeki kepada Sang Pencipta, karena menurut keyakinan warga setelah selesai dilaksanakannya ritual ini maka hujan akan turun. Sebelum melakukan ritual itu dilakukan, setiap warga juga wajib menyumbangkan 3 takkar beras, atau uang sebesar Rp.10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah),” ucapnya.

Disinggung tentang jadwal puncak acara ritual, Oppung Borsak menerangkan, puncak acara tersebut dilaksanakan pada hari Senin mendatang di Onan Gurgur Kecamatan Sianjur, persisnya dekat Limbong Sagala, pada pukul 11:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB. Saat acara sesajen yang diberikan diantaranya, kambing putih, ayam putih, ikan dan lainnya, serta dihadiri oleh seluruh bius.

Lebih lanjut, dalam acara prmanggilan hujan, para Raja Bius akan menggunakan Pisau Sihotor. Dimana, masyarakat meyakini bahwa Pisau Sihotor ini merupakan benda pusaka yang akan memanggil hujan.

"Pada tahun 1983, kejadian seperti ini pernah terjadi. Dan para raja-raja dulu menggunakan benda pusaka, santabe goarna (mohon ijin) namanya adalah Pisau Sihotor digunakan untuk memanggil hujan dan memang hujan pun turun. Jadi semoga setelah ritual ini dilakukan maka hujan akan turun," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sarimarrihit Junses Limbong mengatakan, sangat mendukung terlaksananya ritual tersebut. Serta diharapkan, ritual ini akan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten. "Kita Pemerintah Desa telah koordinasi dengan Pihak Kecamatan, dan mereka mendukung kegiatan ini," pungkas Junses.


Dari informasi yang kami dapat:
Dari berbagai foto yang beredar di Facebook, bahwa ritual ini sudah dilakukan... Berikut foto-fotonya:

Samosir

Samosir

Samosir
Nah.... foto-foto diatas kami dapatkan dari akun facebook seorang netizen bernama R Simatupang. Diatasnya Dia menulis :
acara ritual permohonon doa sama para leluhur dan Tuhan yg maha kuasa
agar samosir di berkati sudah 2 thun lbih samosir ng di datangi hujan
mhon doa dari smua rekan samsosir hampir punah...



Batak Punya Updated at: 2:16 AM

0 komentar:

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.