Oppung, patarida ma ibana?... Oci manik tenggelam di Danau Toba, Berikut kronologinya

.
Ngeri nai Tuhan... Gak kamu lewati lagi tahun baru ini... Oci manik tenggelam di Danau Toba... Lagi-lagi para pewisata danau toba menjadi koraban tenggalam saat sedang bermain atau mandi-mandi di sekitaran danau toba.

kali ini, Saat berenang di Danau Toba, tepatnya di pinggir Pantai Desa Sait Nihuta, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis malam (29/12/2016) sekira pukul 23.00 WIB, seseorang pemuda bernama Oci Manik (20) warga Desa Lumban Suhisuhi, Kecamatan Pangururan, hanyut di danau toba.

Hingga satu malam lamanya korban tidak juga ditemukan, tepatnya hingga Jumat (30/12/2016).

Baca juga: Lungun nai panading mon amang, Lihat tulang mu ini.. Frans tenggelam di danau toba, Lihat foto2nya
Dari informasi yang dihimpum, Koraban bersama 9 rekanya sedang menikmati libur di danau toba. Rencananya mereka akan membakar ikan di bibir pantai di Desa Sait Nihuta pada saat malam kejadian.
Oppung, patarida ma ibana?... Oci manik tenggelam di Danau Toba, Berikut kronologinya


Karena waktu itu malam hari, sehingga keadaan gelap gulita. Di dalam keadaan itu, tiba-tiba saja terdengar suara minta tolong dari sekitar dau toba... Dan diduga itu adalah Oci, namun suara itu tidak tau arahnya dari mana karena hari itu sangat gelap.

saksi bernama Fincen Naibaho (17). mengatakan  "Tolong, tolong," sebut sebutnya saat meniru kalimat korban sebelum hanyut.

Baca juga:Ngeri, Poltak tembak kariawan indomaret, Sampai Segitunya kau Poltak... Ini kronologinya

Karena tidak bisa ditemukan, maka kejadian ini pun langsung dilaporkan ke petugas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir langsung  melakukan pencarian menggunakan jaring dibantu masyarakat sekitar. Selain itu tim Basarnas juga diterjunkan untuk melakukan pencarian.


selain itu, Upaya spritual juga dilakukan dengan memanjatkan doa dan meletakkan daun sirih untuk memohon kepada penghuni pantai agar korban dikembalikan. Hal itu dilakukan sejumlah teman-teman korban.

Ta elek ma tu namaringanan dison asa dipatarida
(Kita memohon kepada penghuni Danau Toba biar dia dimunculkan),"himbauan tetua yang ada disana Op Okta Situngkir.
Teman-teman korban menaruh sirih ke dalam air sebagai lambang permohonan kepada penghuni Danau Toba agar Oci dimunculkan.
Teman-teman korban menaruh sirih ke dalam air sebagai lambang permohonan kepada penghuni Danau Toba agar Oci dimunculkan.
Setelah itu, maka pada hari Jumat (30/12/2016) sekira pukul 13.55 WIB, korban tenggelam di Pantai Sait Nihuta, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir akhirnya ditemukan
Jasad Oci Manik saat dievakuasi warga dan Tim SAR.
Jasad Oci Manik saat dievakuasi warga dan Tim SAR.
Baca juga: Kejam nai hamu tu borukki, Boru batak diperk0sa 8 orang "Itunya dibakar pakai rokok"

Jasad warga Desa Lumban Suhisuhi, Kecamatan Pangururan itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Warga dan petugas Basarnas Kabupaten Samosir saling membantu dengan menggunakan alat seadanya.
Setelah mendapat parsetujuan dari pihak keluarga, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka dari lokasi kejadian.

0 Response to "Oppung, patarida ma ibana?... Oci manik tenggelam di Danau Toba, Berikut kronologinya"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.