Kecelakaan itu membuat 9 orang keluargaku meninggal, Dang tardokbe lae

.
Pengakuan korban yang selamat, Kecelakaan itu membuat 9 orang keluargaku meninggal, Dang tardokbe lae.
RABU (4/1) malam, kesembilan korban kecelakaan maut di Sumbul, Kabupaten Dairi, dimakamkan.Meski demikian, Duka mendalam masih menyelimuti keluarga yang beralamat di Dusun Batumardinding, Desa Marbun Tonga Dolok, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).

Elprida Tamba, Sebagai sorang korban yang selamat menceritakan bagaimana dia bisa selamat dari maut itu. Dia terus mencari jalan keluar sehingga menemukan lobang kecil di dalam mobil dan langsung menyelamatkan diri. Setlah itu, Kemudian dia menyelam lagi dan berusaha menyelamatkan keluarga yang lain.

Elprida Tamba adalah merupakan ibunda Lamsir Banjarnahor (32), Hingga kamis kemarin masih Syok dan sedih.
Buttu Banjarnahor, salah seorang keluarga korban mengajak wartawan ke lokasi pemakaman sembilan jasad korban.
Buttu Banjarnahor, salah seorang keluarga korban mengajak wartawan ke lokasi pemakaman sembilan jasad korban.


Saat Media ingin mewawancarainya,Elprida mengangguk.Dari ceritanya, saat itu mereka hendak pergi ke Sidikalang untuk berekreaksi di Taman Iman. dia dan keluarganya pun berangkat dari Desa Marbun Tonga Dolok, menuju Kota Pematangsiantar. Tujuan mereka ke Siantar adalah untuk menjemput menantu serta tiga cucu dari anak pertamanya bernama Darwin Banjarnahor.

Dari Desa Marbun Tonga Dolok, mereka menumpang mobil Avanza milik anaknya Lamsir Banjarnahor (32), yang merupakan pengemudi mobil itu.

“Dari sini (kampung), kami berangkat sekitar pukul 07.00 WIB. Di dalam mobil, kami ada 8 orang tujuan Siantar, untuk menjemput menantu dan tiga cucu saya,” ujarnya mengawali perjalanan mereka.

Setelah perjalanan mereka tempuh dan tiba di Siantar, menantu dan tiga cucunya dijemput dan ikut bertamasya ke Taman Iman Sidikalang.

“Setelah menantu dan tiga cucuku naik, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Taman Iman Sidikalang, hingga peristiwa naas itu terjadi,” kenangnya sambil berurai air mata.

“Selama di perjalanan, sebelum kejadian itu, kami baik baik saja. Tidak ada firasat lain dan tidak kecepatan tinggi. Tapi itulah nasib,” lanjutnya.

Peristiwa itu benar-benar sekejab dan saya tidak tahu mengapa mobil kami itu jatuh ke kolam itu.

Setelah mobil jatuh, Semua berusaha mencari jalan keluar. Kira-kira 5 menit dan dibawah sadar dan tidak sadar saya bisa menemukan pintu keluar.

Setelah keluar, saya meminta pertolongan kepada orang yang ada disana, dan menyelam lagi dan mengeluarkan dua putri saya, Herlina Banjarnahor dan Dosma Banjarnahor agar keluar dari celah tadi,” ucapnya.

“Setelah itu sejumlah warga yang melihat kejadian berusaha mengeluarkan kami dari kolam,” imbuhnya.

“Tolong, Amang, Inang, selamatkan anak cucu dan menantuku yang masih di dalam kolam. Itu yang aku ingat, kemudian saya tidak sadar lagi,” ungkapnya.

Sementara, Darwin Banjarnahor, anak tertua dari keluarga korban mengatakan sangat sedih setelah mendapat kabar itu.

Baca juga: Heboh!!! Pusuk Buhit tiap malam dikelilingi, Dilobangi dan terjadi penampakan ular

“Sedih tak terbilang, Lae. Sembilan orang anggota keluargaku sekaligus meninggalkan kami. Ini beban berat. Kini anakku tinggal satu lagi,” ucapnya terisak-isak.

Kini kesembilan anggota keluarganya itu sudah dikebumikan pada Rabu (4/1) malam. Kesembilan jasad korban dimakamkan di pemakaman keluarga di Ulu Ni Huta.

Sumber: Metrosiantar.com
Editor  : Golan

0 Response to "Kecelakaan itu membuat 9 orang keluargaku meninggal, Dang tardokbe lae"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.