Motif Cemburu Sama Istri !!! Aldi Sibarani Dibunuh Ayah Kandung Sebagai Pelampiasan, Ini Pengakuan Pelaku

.
Teka-teki pembunuhan Aldi Sibarani (10) yang terjadi di Desa Aeklung, Kec Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas) Minggu (12/2) lalu kini telah membuahkan hasil. Setelah ditemukanya mayat Aldi pada hari Jumat (18/2), pihak kepolisian Polres Humbang Hasundutan langsung mengsusut dan menuntaskan siapa sebenarnya pembunuhnya.

Setelah Diselidiki, Maka Selasa (21/2) malam, Sat Reskrim Polres Humbahas menetapkan Mangasa Sibarani, ayah kandung korban yang disebut sebagai pelaku, yang sebelumnya sudah diamankan sejak Senin (20/2) lalu.

Setelah Dimintai keterangan, Ternyata MS Karena cemburu terhadap istrinya dan ditambah lagi anaknya lama saat disuruh beli rokok.

Awalnya semua ini terjadi karena kecemburuan saya terhadap istri saya. Istri saya bekerja dimedan, Beberapa waktu lalu saat kami kumpul, Kami sempat berdiskusi bagaimana caranya agar kami tidak pisah ranjang lagi. Karena bagi yang sudah suami istri, Tidak baik begini.

Mereka pun sepakat tidak akan pisah ranjang lagi, Akan tetapi istrinya masih berangkat ke medan untuk menjemput barang-barangnya.

Tepat pada hari minggu sekira pukul 10.00 Wib, Istrinya pun diantar oleh boru abang MS sampai ke doloksanggul.

Setelah boru nya itu pulang mengantar istrinya, Ia pun bertanya:
” kemana kau antar Nangudamu ? Ana (Nama Anak abangnya) menjawab Tidak ke loket uda ke samping Polsek (Polsek Doloksanggul) nya ku antar.

Mendengar jawaban ana, MS pun langsung curiga dan setelah satu jam MS pun nelpon istrinya  menjawab belum berangkat masih nunggu – nunggu angkot ini”.

MS yang sudah mulai curiga, ahirnya menunggu hingga setengah jam lagi dan kemudian kembali menghubungi istrinya.
Aldi Sibarani

Aldi Sibarani


Namun istrinya menjawab bahwa ia masih di Silaban (daerah dekat Doloksanggul).

Mendengar jawaban istrinya itu, MS pun makin curiga dan gelisah. Sementara, Ia ingin merokok dan rokoknya sudah habis dan ia menyuruh Anaknya Aldi sibarani untuk membeli rokok kewarung yang agak jauh dari rumahnya.

Rupanya Aldi juga tidak datang-datang setelah ditunggu ayahnya hingga setengah jam. Ia pun meminjam Kreta kawanya untuk mencari anaknya kewarung tersebut namun tidak ditemukan, Hingga ia pun bertanya kepada pemilik warung itu, Bermarga Lumbanbatu.

"Adong nakkin ro tuson si Aldi manuhor sigaret?''. Pemilik toko menjawab ada, namun sudah pulang. Setelah hari semakin malam, maka Ia pun memulangkan Kreta kawanya itu Dan aldi belum pulang juga.

Karena belum datang juga, Maka MS pun mencari lagi... Namun kali ini ia mencari dengan Mobil dan dengan anaknya paling bungsu Andre (adik Korban).

Setelah melakukan pencarian lagi, Saat di TKP ternyata Aldi sembunyi... dan setelah  lewat 2 meter Aldi pun keluar dan MS mengerem mendadak karena rem mobil kurang bagus aldi pun tersenggol mengenai badannya.

Baca Juga: Ya Tuhan, Ternyata Pembunuh Aldi Sibarani Adalah Ayah Kandungnya Sendiri !!! Kejam Nai.

Setelah berhenti MS pun keluar dan melihat Aldi telah bersandar di belakang mobil.

Kau rupanya sudah kau lama mamakmu pun sudah kusuru ke Medan tau tau kesana
“Dari mananya kau sambil ku tonjok dia lalu ku benturkan kepalanya ke banper mobil belakang setelah dia jatuh ku injak – injak lagi badannya”.

Setelah itu MS tersadar lah dan berpikir untuk membawa ke Polindes mau ngobati.

Setelah kumasukkan ke mobil lalu kubuka lah rokok yang di belinya itu lalu ku nyalakan setelah jalan sampai di Polindes itu trus kuputarkan mobil itu habis turun aku dari mobil ku cek dia apa masih hidup apa nga sambil ku sulukan rokok itu ke tangan kiri dan kanan nya tidak ada reaksi trus panik lah aku runya sudah mati lalu ku gendong lah dia gendong depan lalu anak ku si Andre ku gendong di belakang trus lari lah aku ke semak semak belakang Polindes itu” Kata MS.

16 Responses to "Motif Cemburu Sama Istri !!! Aldi Sibarani Dibunuh Ayah Kandung Sebagai Pelampiasan, Ini Pengakuan Pelaku"

  1. Amang ngeri nai..bulus ma tembak mati i... Soidaon ni natama hurang ajar i.pukkimak nai...

    ReplyDelete
  2. Amang tahe na ngeri ma tutu i
    Matehon ma i, lok ma mate di penjara inon sirabun i

    ReplyDelete
  3. Amang tahe na ngeri ma tutu i
    Matehon ma i, lok ma mate di penjara inon sirabun i

    ReplyDelete
  4. usir smua kluarganya dr kampung itu !!
    Pailahon halak batak .
    ai boasa so imana hinan di bunuh bapak na .
    kurang ajar ! Setan biadab.
    Babi aja gak kek kau kimak

    ReplyDelete
  5. Loak ma ama2 songon ho,tuinattam do ho curiga alai anakmu dipamate ho,dihukum mate manian ho

    ReplyDelete
  6. Lobih sian binatang do si jappurut on,pakkejam hu ho tu gellengmu,nanggo ho MA nian dipamate natua2a lubang2,haluang,saleleng on I siksa ho do gelengmu,Unangholan naTabo I boto ho biang

    ReplyDelete
  7. Lobih sian binatang do si jappurut on,pakkejam hu ho tu gellengmu,nanggo ho MA nian dipamate natua2a lubang2,haluang,saleleng on I siksa ho do gelengmu,Unangholan naTabo I boto ho biang

    ReplyDelete
  8. Turut berdukacita, yang pasti Sibarani sesungguhnya tidak punya niat membunuh, yang terjadi dia tidak mampu mengendalikan diri dan Emosi yg berlebihan. Orang Batak Laki-Laki maupun Wanita banyak yg memiliki TEMPERAMENTAL seperti ini sehingga perilaku seperti itu harus dirubah, itulah pentingnya mengedepankan BUAH-BUAH ROH dalam hidup. Maka dari itu Sibarani harus dihukum tapi masih berpotensi untuk bertobat. Pangidoan tu akka halak hita manang didiape unang ma hita Pajolo gogo papudi uhum, horasma.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Horas ketua,
      Mauliate masukannya,
      Turut berduka cita juga

      Delete
  9. Kasian anak bungsunya, jd saksi kematian abangnya, KPA hrs bertidak itu, dia pasti trauma..

    ReplyDelete
  10. Sabar para penonton...
    Tidak ada manusia yang sempurna
    Semua pasti punya kesalahan
    Itu sebabnya,tidak baik menambah dosa dengan mengutuki orang lain,bia hukum yang berjalan,trimakasih

    ReplyDelete
  11. Bajingan ni orang tua, darah dagingnya sendiri, anak ini masih polos,klu dikota umuran ALdi masih disuru makan, disuru belajar masih di pandu,amang tahe...merinding sekali bacanya, Ketua adat usir aja dari kampung itu,bapaknya hukum seumur hidup aja.

    ReplyDelete
  12. Makejam hu do pambaen ni bapak nai bah

    ReplyDelete
  13. Yah Tuhan ngeri nai ate, boasa MA songoni tu anak na, dang asing rasa kasihan tuh anak na.

    ReplyDelete
  14. Anak Bungsunya kasian...melihat semua kejadian,tktnya psikologisnya terganggu...Tuhan...asi roham

    ReplyDelete

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.