Orang Kristen Yang KDRT Bolehkah Bercerai? Boleh Dong, Mengapa Tidak!

Entah mengapa di zaman sekarang ini begitu banyak orang kristen yang bercerai dengan alasan ketidak cocokan dalam rumah tangga.

Meski demikian, banyak juga hamba Tuhan yang tidak setuju dengan perceraian.
Mereka berpikir cerai dalam perkawinan adalah dosa besar yang tidak bisa di ampuni lagi dan pasti masuk neraka, setidaknya itulah kesan yang diberikan.

Ayat yang menjadi Alasan utuk tidak boleh bercerai menurut yang tidak setuju adalah:

Matius 19: 5, Dan firman- Nya: Sebab itu laki- laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan Isteri nya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Matius 19:6, Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. ”

Juga dalam Mark 10:8-9 yang isinya juga sama.

Bagi yang tidak setuju akan perceraian ini adalah mereka yang membaca firman tuhan setengah-setengah atau bukan seluruhnya. Sebab ayat selanjutnya juga mengizinkan perceraian tetapi dengan siarat.

Matius 19:9 karena Zinah boleh menceraikan
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah , lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah".

Tetapi apakah kita tahu apa tafsiran “kecuali karena zinah” didalam Alkitab? Banyak orang keliru akan apa kata Tuhan Yesus tentang “kecuali karena zinah”. Banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud kecuali karna zinah itu adalah terjadi perselingkuhan, atau memadu cinta yang bukan istrinya yang sah atau suaminya yang sah.

Dalam istilah zinah banyak orang menafsirkannya perbuatan seks kepada yang bukan istri atau suaminya yang sah. Dan itu benar adanya.

Dalam Alkitab ada beberapa jenis yang dimaksud zinah. Ada pula makna lain dari perzinaan yang diperingatkan keras oleh Allah, yaitu perzinaan terhadap hubungan umat Israel dengan Allah. Perzinaan ini dalam bentuk penyembahan akan ilah-ilah atau dewa-dewa lain selain Allah Israel.

Keluaran 34:16, “Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi istri anak-anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzina dengan mengikuti allah mereka, maka mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzina dengan mengikuti allah mereka.”

Maksud yang disebut “kecuali karena zinah” dalam Matius tentulah bukan perlakuan perselingkuhan apa yang dilakukan suami atau istri menjadi dasar alasan untuk bercerai. Jelas, bahwa apa yang dimaksud adalah, pasangan keluarga Kristen berhak mengajukan gugatan cerai adalah jikalau istri atau suami menyembah allah yang bukan Allah, atau istilahnya terjadi pindah agama, dan dalam pandangan Alkitab boleh diceraikan. Sebab Alkitab berkata menyebutkan pasangan Kristen haruslah hidup dalam satu iman.

Disisi lain dalam Alkitab yang boleh diceraikan adalah: Contohnya laki-laki menikahi perempuan, perempuan itu sudah pernah menerima pemberkatan perkawinan, lalu menikah kembali ini yang layak diceraikan. Dan sebaliknya, jikalau perempuan menikah pada laki-laki, yang ternyata laki-laki itu sudah pernah menerima pemberkatan perkawinan, boleh diceraikan jilakau masih salah satu pasangan pernikahan masih hidup.

Roma 7: 2-3 “Sebab seorang istri terikat oleh hukum kepada suaminya selagi suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi istri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi istri laki-laki lain”.



Orang Kristen Yang KDRT Bolehkah Bercerai? Boleh Dong, Mengapa Tidak!


Kembali ke topik pembahasan kita, mengenai KDRT.
Apabila pasangan kita telah berubah karakter, menjadi buas dan suka menyiksa dan melakukan KDRT bahkan terhadap anak-anak , bahkan terkesan hendak membunuh, lalu apa yang harus dipertahankan?


Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita berikan perumpamaan.
Misalnya : kita tahu dalam Kristen membunuh itu berdosa, bahkan tertulis jelas dalam 10 hukum taurat. Tapi andaikan ada perampok yang masuk rumah kita dengan membawa golok bermaksud untuk menjarah dan membunuh. Apakah berdosa bila kita membunuh perampok itu? Tentu tidak, sebab kalau kita diamkan, perampok tersebut akan membunuh anak istri kita seluruh keluarga kita. Itu sama saja kita membunuh seluruh keluarga kita. Dengan membunuh perampok tersebut maka kita menyelamatkan seluruh keluarga kita. Itulah etika Kristen.
Ingat Firman juga mengatakan, apabila kita tahu apa yang baik, tapi kita tidak melakukannya sama saja kita berdosa.

Begitu juga dengan kasus KDRT Jika itu membahayakan dirimu dan anak-anakmu maka Lari segera mungkin dari rumah, selamatkan anak-anak, sebelum terlambat itu yang harus dilakukan. Lakukan perceraian secara hukum negara untuk mendapat jaminan keselamatan.. Berpisah adalah solusi walau bukan yang terbaik tapi harus dilakukan demi anak-anak. Keselamatan dan pertumbuhan jiwa mereka adalah hal utama yang harus diselamatkan.

Orang Kristen Yang KDRT Bolehkah Bercerai? Boleh Dong, Mengapa Tidak!


Bercerai dalam hukum negara adalah jelas dalam status. Jelas ini tidak melanggar Firman apabila degan alasan yang sangat jelas, bukan untuk kepentingan pribadi. Bukanlah sebuah dosa berpisah dalam status hukum negara. Dengan catatan berpisah bukan untuk kawin lagi, tapi hidup kudus dan hidup dalam Kasih anugerah Allah semata.

Setelah berpisah, berdoalah, minta ampun dan minta berkat atas pasangan kita. Doakan agar Roh merubah karakternya. Tetap berharap ia mendapat pelajaran dari kejadian ini. Bila ia benar-benar berubah, kita dapat menerima kembali. Itulah yang sempurna , apabila pasangan kita tidak bisa berubah menjadi baik, tetaplah hidup sendiri dan membesarkan anak-anak dalam kasih. Tidak menyimpan dendam.

Jangan lupa baca:
Mencoba Menantang YESUS, 7 Dukun Sakti Ini Malah Bertobat Menjadi Pendeta

Salam Kasih Kristus.

Tuhan Jesus Memberkati.

2 Responses to "Orang Kristen Yang KDRT Bolehkah Bercerai? Boleh Dong, Mengapa Tidak!"

  1. Saya bingung mengikuti apa pendapt anda tentang perceraian, disatu sisi anda ga setuju disisi lain anda setuju.
    mengenai yg anda kutip tentang perzinahan bukan hanya perselingkuhan, tp kan yg kita bahas tentang pernikahan so pasti yg dimksd dlm Alkitab tentang perzinahan itu adalah perselingkuhan. bila terjadi KDRT maka yg harus dilakukan adalah lapor Polisi bila tidak berubah maka sipelaku akan dipenjara tapi ingat jangan ceraikan karena bisa jd dia sdh insaf

    ReplyDelete
  2. Saya tidak setujua dengan pendapat anda Krn Allah telah menetapkan Pernikahan adalah lembaga pertama yg dibentuk Allah utk memuliakan nama-Nya, maka kalau pernikahan itu sudah diliputi Roh Kudus tdk mgkn terjadi KDRT apalagi zinah, kec Zinah Allah tdk menghendaki perceraian, jadi apabila terjadi KDRT yg dilakukan adalah serahkan ke pihak kepolisian utk bentuk pembelajaran, kemudia doakan, dan bentuk kembali karakternya sesuai karakter Kristus, kalau kita minta di dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus scr sungguh sungguh dgn disertai pertobatan sejati percayalah Tuhan Yesus Kristus akan menjawab Doa kita amin

    ReplyDelete

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.