Pendidikan tinggi sudah seharusnya menjadi modal untuk seseorang menjadi orang yang bisa menjaga nama baik di negeri orang dan juga harus menjauhi diri dari segala kejahatan apalagi itu predator sex. Tapi hal ini tidak beraku bagi Reynhard sinaga.

Ya...
Reynhard Sinaga, seorang pria asal Indonesia dan tentunya berdarah batak, Ahirnya dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017, ternyata lulusan Universitas Indonesia.



Reynhard Sinaga (foto:Istimewa)
Reynhard Sinaga (foto:Istimewa)


Reynhard Sinaga (foto:Istimewa)
Reynhard Sinaga (foto:Istimewa)


Modus yang ia lakukan adalah seperti Dikutip dari CNN, Selasa (7/1/2020), rincian mengenai serangan Reynhard sempat ditahan sementara selama persidangan berlangsung, namun kini dapat dipublikasikan.


Reynhard mendekati pria-pria pada dini hari di luar klub malam di Manchester. Dia memulai percakapan dan menawarkan mereka tempat untuk tidur atau menjanjikan tambahan minuman beralkohol.

Begitu dia membawa pria-pria itu ke flatnya, Reynhard menyiapkan minuman dicampur dengan obat--kemungkinan menurut polisi GHB--lalu memfilmkan dirinya sendiri saat tengah memperkosa pria-pria itu. Para korban yang koma tak sadar kalau mereka telah diserang.

Serangan Reynhard Sinaga baru terungkap pada 2017 setelah korban berusia 18 tahun, bangun sekitar pukul 6 pagi ketika tengah diserang. Korban berhasil melawan, dan yang terpenting, berhasil mengambil telepon putih Reynhard sebelum meninggalkan apartemen itu.

Dia lalu pergi ke kantor polisi yang menemukan 3,29 terabyte konten grafis di telepon genggam Reynhard--setara dengan 250 DVD. Di beberapa kasus, serangan itu terjadi berjam-jam dengan satu serangan khusus berlangsung 8 jam. Reynhard melakukan aksinya selama dua setengah tahun, yakni sejak 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Kepolisian Manchester Raya menyatakan 48 korban, dari empat persidangan terpisah, berumur antara 17 tahun sampai 36 tahun. Semua korban adalah pria Inggris kulit putih dan sebagian besar adalah heteroseksual dan tiga homoseksual.
Dalam sidang keempat yang digelar pada Desember 2019 lalu, Reynhard sempat menyatakan pembelaan bahwa dirinya tidak bersalah dan menyebutkan bahwa hubungan seksual dengan para pria itu atas dasar suka sama suka.

Namun, berdasarkan bukti rekaman video memperlihatkan bagaimana para korban jelas-jelas tidak berpartisipasi dalam hubungan seksual ini, dan sebagian korban terdengar mendengkur dalam rekaman yang disita polisi.

Berdasarkan keterangan polisi Reynhard adalah seorang homoseksual. Ia tiba di Inggris pada Juni 2007 dengan visa pelajar dan mengambil S2 sosiologi di Universitas Manchester dengan disertasi tentang "Gay Asia Selatan, pria biseksual di Manchester".
Pada 2012, ia mulai mengambil gelar PhD di Universitas Leeds. Polisi menyebutkan orang tua Reynhard tinggal di Indonesia. Reynhard adalah anak tertua dari empat bersaudara dan lahir di Jambi. Dan kini keluarganya tinggal di Depok, Jawa Barat.

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.