Sempat Gila, Suami br Panjaitan Antarkan 2 Anaknya Jadi TNI, Ini Kesaksianya

Advertisement
 "Kalau perna dengar kisah orang gila dari Papua yang jalan kaki setiap hari hanya dgn gunakan celana dalam saja di sepanjang jalan raya bogor dr cililitan sampai pasar cibinong utk mengais sisa2 makanan di warung2 dan tong2 sampah tahun 1989-1990 itu adalah beliau ini".

Sedikit Renungan:

“Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)

Bagi mereka yang terlibat pelayanan,  satu hal yang harus diingat dan diwaspadai adalah kesombongan.  Ada kesombongan jasmani karena punya harta, kuasa, kedudukkan dll,  tetapi ada juga kesombongan rohani yaitu merasa dirinya paling benar atau bisa dibilang sok suci, ini perbuatan dosa yang sangat berbahaya. Tanpa disadari hal ini sering terjadi,  karena banyak mengetahui kebenaran malah jadi merasa dirinya paling baik, paling benar dan paling suci,  karena itu bisa timbul rasa sombong. Menganggap rendah bagi mereka  yang belum tahu banyak kebenaran. Bahkan bisa timbul penghakiman,  jangan sampai hal ini terjadi. (Matius 7:2-3)
Sebaliknya kita yang punya pengetahuan tentang kebenaran, kita  bisa membawa mereka untuk mengenal akan kebenaran dengan kasih, yaitu dengan menjadi pelaku firman,  menjadi saksi hidup dan menjadi teladan sehingga orang bisa melihat Yesus hidup dalam hidup kita.

 Ada suatu kesaksian yang berhubungan sengan renungan diatas

Alex Tiris saat menemani anaknya di Akademi Angkatan Laut (Facebook )
Alex Tiris saat menemani anaknya di Akademi Angkatan Laut (Facebook )

Alex Tiris saat menemani anaknya di Akademi Angkatan Laut (Facebook )
Alex Tiris saat menemani anaknya di Akademi Angkatan Laut (Facebook )
Sebelumnya Pak Alex Tiris dulu pernah merantau ke jakarta tahun 1979 setelah putus sekolah SMU di Jayapura. Hidup di Jakarta tanpa tujuan yg pasti dan terjurumuskan dlm kehidupan Jakarta yang keras dan buas. Mengalami depresi yg berakibat kehilangan ingatan atau ganguan kejiwaan antara tahun 1988-1991.Kalau pernah dengar kisah orang gila dari Papua yang jalan kaki setiap hari hanya dgn gunakan celana dalam saja di sepanjang jalan raya dari bogor cililitan sampai pasar cibinong utk mengais sisa2 makanan di warung2 dan tong2 sampah tahun 1989-1990 itu adalah beliau ini. Tahun 1990 akhir beliau ditampung di GPDI Pelita Kasih Cibubur Jakarta Timur dan dilayani sampai pulih dari sakit kejiwaan. Tuhan Yesus sendiri yg datang sembuhkan dan pulihkan total !!. Beliau terlibat pelayanan di jemaat lokal ini dan beliau juga akhirnya bertemu istrinya boru Pandjaitan di dalam Jemaat GPDI Pelita Kasih ini. Pernikahan yg awalnya tidak direstui keluarga besar Pandjaitan krn kata Pak Alex Tiris, keluarga istrinya bilang "..Gak ada masa depan kawin sama Alex itu......orang irian, hitam, miskin barusan sembuh dari gila lagi.."

Tapi kalau Tuhan yg pertemukan, semua kebutuhan pernikahan Tuhan Yesus siapkan semuanya utk Pak Alex tanpa satu rupiahpun dikeluarkan dari saku pribadi Pak Alex karena memang dia tdk punya uang. Hidup sehari-hari saja dari belas kasihan jemaat GPDI Cibubur ! Pernikahan berlangsung di sebuah hotel bintang lima di Jakarta yang dibiayai oleh seorang direktur bank yang dijamah Tuhan ketika mendengar kesaksian Pak Alex dlm suatu pelayanan di Jakarta.

Setelah kelahiran anak pertama mereka yg diberi nama Aldrey Tiris tahun 1995, Pak Alex mulai berpikir utk pulang ke Jayapura. Awal tahun 1998, beliau memboyong istri dan anaknya hijrah ke Jayapura. Di Jayapura beliau mulai kerja serabutan dari pengumpul besi tua, barang2 bekas hingga angkut2 barang2 dagangan di pasar. Disamping itu, pekerjaan utama pak Alex adalah  sbg penginjil atau misionaris dilakukan tanpa henti. Rumah sakit jiwa Abepura adalh tempat yg paling sering dikunjunginya utk mendoakan orang2 ganguan jiwa. Penginjilan juga dari rumah ke rumah, dari rumah sakit ke rumah sakit. Waktu kerja dan pelayanan diatur dgn baik. Kadang istri dan anak2nya mengeluh tidak punya uang makan, beliau minta mereka berdoa di rumah, beliau pergi penginjilan. Tidak ada amplop atau uang yg didapat selama pelayanan karena kebanyakan yg dilayani firman dan doa kesembuhan dan keselamatan hanyalah orang2 ganguan jiwa, orang2 sakit dan yg keadaan ekonominya pas2an. Namun Tuhan memelihara keluarganya seperti Tuhan memelihara nabi Elia selama masa kekeringan di Israel 3.5 thn dimana burung2 gagak datang membawah roti dan daging pagi dan sore hari. Keluarganya juga mengalami pemeliharahan Tuhan yg ajaib !
Suatu saat beliau disuruh Tuhan pergi tegur dua orang hamba Tuhan terkenal & sombong di Papua,  namun beliau malah dikerjain olehkedua  hamba Tuhan tersebut bersama dg majelis gerejanya. Dengan rasa malu beliau pulang, namun Tuhan Yesus bilang, bukan beliau yang ditolak dan dipermalukan, namun Tuhan Yesus sendiri yg ditolak dan dipermalukan oleh kedua hamba Tuhan tersebut. Dan tdk berapa lama kemudian, kedua hamba Tuhan tersebut jatuh sakit berat hingga berobat kemana-mana sampai ke Singapore tapi akhirnya meninggal juga dalam penderitaan yg panjang selama kurang lebih 2-3 tahun.

Kemudian tahun 2005, Tuhan pertemukan Pak Alex dgn bapak Yan Awom yg menawarkan Pak Alex pekerjaan sbg tukang parkir di depan jalan Ahmad Yani Jayapura, tepatnya depan bank Mandiri hingga Sagu plaza Jayapura. Seluruh hasil pertama / buah sulung dari pekerjaan tukang parkir ini Pak Alex persembahkan semuanya untuk Tuhan, meskipun awalnya istri dan anak2nya protes, tapi kemudian mereka bisa terima keputusan bapak mereka menyerahkan uang tersebut ke gereja. 13 tahun sudah Pak Alex Tiris menekuni karir sbg tukang parkir di kota jayapura dan istrinya jualan serabutan di rumah mereka di Polimak. 5 orang buah hati mereka di berkati Tuhan dgn kepintaran diatas rata-rata dan semuanya sekolah dari SD-SMU di salah satu sekolah unggulan di kota Jayapura. Menjadi lulusan  terbaik di SMU, anaknya sulungnya Aldrey Tiris kemudian diterimah di Akmil TNI AL Surabaya dan tanggal 19 Juli 2018 menjadi salah satu lulusan terbaik dan dilantik secara resmi oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta. Demikian juga halnya terjadi dg anaknya yg kedua.
Ajaib dan luar biasa karya Tuhan Yesus dalam kehidupan Pak Alex Tiris dan keluarganya !.

Dari kesaksian diatas, ada hikmat yang bisa kita ambil yaitu kita tidak boleh menganggap rendah orang yang dibawah kita,  kita jangan melihat orang dari masa lalunya. Jangan mengungkit masa lalu orang yg suram, hal itu sangat menyakitkan apalagi sampai menghakimi,  karena seperti apa hidup dia sekarang, bukan berarti bahwa dia bersalah terhadap apa yg dia alami, tetapi lihat bagaimana penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Jangan menghina orang pilihan Tuhan karena firman Tuhan berkata
Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (Roma 8:33)
Kiranya kita bisa menjadi orang yang rendah hati penuh kasih kepada setiap orang tanpa memandang siapa dia, apa latar belakangnya. Satu hal yang Tuhan mau yaitu hati yang mengasihi. Jangan sampai kita jatuh dalam dosa kesombongan.
Tuhan Yesus memberkati kita semua!

Doa kami:
Tuhan Yesus, tolonglah kami umatMu agar kami jangan sampai jatuh dalam kesombongan rohani. Amin

Sumber: pdairhidup.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sempat Gila, Suami br Panjaitan Antarkan 2 Anaknya Jadi TNI, Ini Kesaksianya "

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.