Pelajar Esron Tamba Tenggelam, Ibu Korban: O Tuhan Dang Tolaphu Be Manaon On

Advertisement
Seorang pelajar bernama Esron Tamba (14) siswa kelas VIII SMPN 1 Bangun merenggang nyawa setelah tenggelam. Ia bermaksud berenang di  di Embung (Bendungan penampung air) yang berada di Dusun III Lae Menciho, Desa Sitinjo 1, Kecamatan Sitinjo. Kab. Dairi dengan meloncat ke dalam air . Namun siswa ini diketahui tidak timbul timbul. Teman korban yang tadinya bermaksud ikut mandi akhirnya berlariang ketakutan.

Esron Tamba merupakan warga Dusun IV Huta Buntul, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi. Korban diberitakan tewas setelah mandi-mandi bersama teman sekolahnya di lokasi embung, Jumat (6/3) siang sekira jam 15.00 WIB. Dari keterangan yang diperoleh, Esron merupakan anak kelima dari enam bersaudara pasangan dari Darman Tambah dan Ati Br Sihombing

Orang tua korban sempat mencari keberadaan anaknya yang tidak pulang satu malam. Saat mendapat informasi dari rekan - rekannya, kalau korban tenggelam di embung. Orang tua korban langsung meminta bantuan warga dan polisi untuk mencari anaknya diembung tersebut, benar saja korban ditemukan didasar bendungan.
Esron Tamba ditemukan sudah tidak bernyawa
Esron Tamba ditemukan sudah tidak bernyawa

Kapolsek Sidikalang Kota AKP Jokner Malau mengatakan, pihaknya mendapat informasi mengenai korban yang tenggelam pada Sabtu (7/3/2020) pagi. Petugas Polsubsektor Parbuluan sebelumnya mendapat informasi dari warga.

”Mendapatkan informasi tersebut, personel kemudian turun untuk langsung mengevakuasi mayat korban,” kata Jokner.

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), mayat korban ternyata sudah ditemukan warga pada Sabtu (7/3/2020), pukul 10.20 WIB. Dari pemeriksaan sementara petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Petugas kemudian membawa mayat korban ke Puskesmas Sigalingging.

“Atas permintaan keluarga, mayat korban tidak diautopsi. Setelah dilakukan serah terima kepada pihak keluarga, mayat korban selanjutnya dibawa ke rumah duka, ke rumah orang tuanya,” kata Jokner.

Kedatangan jenazah disambut tangisan histeris ibu korban, Ati br Sihombing, dan keluarga. Ati terlihat tak kuasa melihat jenazah putra kesayangannya terbujur kaku saat diturunkan dari mobil ambulans. Sambil menangis di hadapan jenazah Esron, Ati melakukan ritual Mangandung (meratap). "Dang tolappu be na masaon ito (Nggak kuat lagi aku hidup anakku). Dohot ma ahu rappak ho ito (Ikut lah aku bersamamu). Kenapa lah cobaan ini datang pada kami. Oh, Tuhan," ucap Ati br Sihombing.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelajar Esron Tamba Tenggelam, Ibu Korban: O Tuhan Dang Tolaphu Be Manaon On"

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.