9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB menjadi waktu yang menghancurkan hati bangsa Indonesia. Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta menuju Pontianak dinyatakan hilang kontak.
Kabar ini sudah di konfirmasi oleh pihak Sriwijaya Air dalam akun Instagramnya. Dalam pesawat tersebut diawaki 6 awak aktif. Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ-182 adalah 40 dewasa, 7 anak-anak, 3 bayi dan 6 awak kami sebagai penumpang.

Diego Mamahit semasa hiduo. Foto: Ist
Diego Mamahit semasa hiduo. Foto: Ist
 

Sebenarnya Kopilot Sriwijaya Air SJ 182, bisa menggunakan ijazah sarjananya bekerja di bidang lain.
Namun kecintaannya kepada dunia penerbangan sudah mendarah daging.
Ia pun memutuskan sekolah pilot usai menyelesaikan study di Universitas Atmajaya.

Diego Mamahit akhirnya menempuh pendidikan di Sriwijaya Flying School.
setelah menyelesaikan pendidikan Diego kemudian bekerja.


Keluarga dekat Diego David Tuerah, paman Diego Mamahit, mengatakan ponakannya itu sudah tujuh tahun sebagai kopilot.
Selama bekerja, Diego dikenal bertanggungjawab dan memberikan totalitas penuh terhadap profesinya.
Tahun ini, kata David, Diego bakal naik pangkat menjadi Kapten Pilot.

“Sekarang sudah tiga bar, sebentar lagi empat dan menjadi kapten,” ujar David sambil memegang pundaknya, Minggu (10/1/2021).
David adalah warga Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara.

Rumahnya selalu menjadi persinggahan Diego manakala ada giliran terbang ke Manado.
Namun akhir-akhir ini kata David, nyaris tidak ada lagi.
Terakhir, Diego ke Suwaan pada Januari 2020.

“Karena pandemi Covid-19, jadwal penerbangan dia berkurang. Bahkan lebih banyak nganggur,” ujar Tuerah.
Kata David, setiap kali ke Manado, Diego enggan menginap di mess Sriwijaya Air.
Apalagi hotel.

“Dia pilih ke rumah, biar cuma ba alas atau tidur di kursi,” tutur David dengan dialek Manado.

Keseharian Diego sangat bersahaja.
Dia suka bergaul dengan siapa saja.

Meski besar dan sekolah di Pulau Jawa, Diego selalu cinta dan rindu kampung halamannya.
“Sehari-hari itu pakai bahasa Manado,” bebernya.

Satu hal yang diingat David adalah perilaku Diego yang selalu mengandalkan Tuhan.
Diego adalah pribadi taat kepada sang Pencipta.
Di tengah kesibukannya, Diego tetap menomorsatukan keintiman dengan Tuhan.

Dia aktif ke gereja.
“Nyaris tidak pernah absen ibadah. Kecuali penerbangan memang tak bisa ditunda. Dia itu anak Tuhan,” tutur David.

Menurut David, keluarga besar tetap kuat.
Semuanya tetap percaya dengan kuasa Tuhan untuk mendengar kabar terbaik dari Family Man, julukan kepada Diego.
David mengakui, kemungkinannya sangat kecil.

“Namun sebagai orang beriman kami yakin kebesaran Tuhan, meski peluangnya tinggal satu persen,” ungkapnya.
Ibu Diego, tambah David, sangat tegar.
Komunikasi bersama keluarga intens dilakukan untuk saling menguatkan.

David Tuerah
David Tuerah

Dikenal Loyal dan Ramah 

Salah seorang teman sekolah Diego, Alfred, di Jakarta, Sabtu (9/1), mengatakan saat masih bersekolah bersama, Diego dikenal sebagai anak yang santun dan ramah. “Diego kalau dulu orangnya friendly (ramah) banget sama orang lain, kalau sama kita teman-teman dekatnya juga loyal banget sih,” kata dia.

Diego lulusan SMAN 5 Bekasi. Ia yang lulus SMA pada 2005, memilih jurusan IPS dan berada di kelas Sos 5.

Biasanya Diego akrab dipanggil Ego oleh sahabat-sahabat dekatnya. Saking ramahnya, rumah Diego selalu dijadikan tempat berkumpul oleh teman-teman satu gengnya.

“Rumahnya dia memang suka buat tempat kita kumpul main bareng,” kata Alfred.

Ia mengaku terakhir bertemu Diego pada 2018, ketika itu Diego telah menikah. “Setelah menikah dan berkeluarga dia berubah menjadi sosok yang family man banget,” kata Alfred.

Alfred mengaku kaget dan merasa terpukul saat mendengar berita bahwa nama sahabatnya masuk dalam manifest pesawat Sriwijaya yang hilang kontak dan tercatat sebagai First Officer (FO).

“Syok sih, tapi saya sudah mengobrol dengan keluarganya dan mereka optimistis dan kita juga masih optimistis kok,” kata dia. Alfred mengajak semua saja untuk berdoa yang terbaik bagi Diego dan seluruh penumpang serta kru yang berada dalam pesawat Sriwijaya SJ 182. 

Sumber: beritamanado.com

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.