Berhijab adalah keputusan mutlak bagi murid perempuan dan tidak boleh dipaksa oleh siapapun kecuali atas kesadaran diri mereka sendiri.
Sekolah negeri adalah sekolah milik pemerintah.   dan negara indonesia bukan negara islam, ada banyak agama di negara ini, mewajibkan berjilbab berarti kiblatnya sudah bukan pancasila, agama merupakan urusan privat tiap individu, lembaga sekolah boleh mendorong/menganjurkan berjilbab, bukan mewajibkannya.
Tidak boleh ada pemaksaan untuk berhijab bagi siswi muslim/kristen kecuali atas niatnya sendiri. Itu baru boleh.

Nah kali ini ada yang viral.
Sebuah Video beredar dimana orang tua siswa ber adu dengan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang. Orang tua dan pihak sekolah terlibat adu argumen soal kewajiban siswi, termasuk yang nonmuslim, menggunakan jilbab di sekolah.

Siswi nonmuslim dipaksa pakai jilbab
Siswi nonmuslim dipaksa pakai jilbab

Video itu diunggah oleh akun Facebook Elianu Hia. Elianu mengatakan dirinya dipanggil pihak sekolah karena putrinya tidak menggunakan jilbab saat ke sekolah.
Dalam video itu, terdengar suara Elianu menjelaskan dirinya dan anaknya adalah nonmuslim. Mereka mempertanyakan mengapa sekolah negeri membuat aturan tersebut.

Guru itu mengungkapkan bahwa seluruh siswi di sekolah tersebut wajib memakai seragam, jilbab dan celana panjang abu-abu.
"Pakaian dan seragam, berkerudung untuk anak perempuan dan celana panjang abu-abu," kata sang guru dalam video itu.
Menurutnya, jika ada seorang siswi di SMKN 2 Padang tak mengikuti aturan terkait seragam tersebut maka pihak sekolah akan membahasnya dengan orang tua siswa yang bersangkutan.
"Jika tidak mengikuti aturan di sekolah, kita semua sepakat. Itu makanya kita bicarakan," ungkap guru tersebut.

Menanggapi pernyataan sang guru, orang tua dari siswi nonmuslim itu Elianu Hia mengaku keberatan dengan aturan seragam tersebut.
Pasalnya, kata Elianu, jika anaknya yang bukan penganut Islam dipaksa memakai jilbab maka hal itu dinilainya sebagai pembohongan identitas terhadap agamanya yang nonmuslim.

"Ini agama saya. Kalau (anak) saya memakai jilbab seakan-akan membohongi identitas agama saya pak," ungkapnya.

Elianu pun mengaku dengan adanya aturan seragam itu seolah-olah siswi yang nonmuslim di SMKN 2 Padang dipaksa masuk agama Islam.
"Seakan-akan (anak saya) dipaksa untuk masuk ke dalam agama Islam," ujarnya.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan (sekolah) negeri," demikian ucap Elianu.
Pihak sekolah yang menerima kehadiran Elianu menyebut penggunaan jilbab merupakan aturan sekolah. Pihak sekolah juga menunjukkan surat pernyataan yang disebut diteken orang tua saat anaknya hendak masuk sekolah. Salah satu poinnya, menurut pihak sekolah, adalah terkait pakaian.

"Ini tentunya menjadi janggal bagi guru-guru dan pihak sekolah ketika ada anak yang tidak ikut peraturan sekolah. Kan di awal kita sudah sepakat," kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Zikri.
Elianu kemudian mengatakan mencari aturan terkait, mulai pergub hingga peraturan menteri, namun tidak ketemu. Setelah terlibat adu argumen, kedua pihak sepakat untuk menunggu keputusan dari pihak Dinas Pendidikan Sumbar.

Elianu membenarkan orang yang merekam dan berada di video itu adalah dirinya. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi Kamis (21/1).
"Kejadiannya kemarin, sebagaimana video siaran langsung saya itu," kata Elianu.

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.