Sekelompok orang bersenjata menembak dan membunuh Pendeta William Siraj dan melukai seorang pendeta Kristen lainnya saat mereka pulang dari kebaktian Minggu di sebuah gereja kecil yang terletak di pinggiran Peshawar.

Insiden itu merupakan salah satu serangan yang paling mematikan pada umat Kristen, yang mana merupakan minoritas di Pakistan.Kota Peshawar merupakan area perbatasan Pakistan dengan Afghanistan. Daerah tersebut mengalami kenaikan serangan militan dalam beberapa hari terakhir.

Banyak dari serangan ini diklaim oleh kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), yang mengafiliasikan diri mereka dengan kelompok Taliban Afghanistan.

Jenazah Pendeta Protestan William Siraj dibawa para pelayat.
Jenazah Pendeta Protestan William Siraj dibawa para pelayat.

Usai itu, Ratusan pelayat mengiringi jenazah Pendeta Kristen Kota Peshawar, William Siraj, yang tewas ditembak di Pakistan.

William Siraj meninggal dunia usai tertembak di Kota Peshawar, Pakistan, Minggu (30/1). Kelompok bersenjata menyerang beberapa pendeta yang baru pulang dari gereja dan melukai seorang lainnya.

Video televisi menunjukkan layanan gawat darurat tengah memindahkan jenazah Siraj dari mobil, ditemani dengan sorakan "Hidup Yesus Kristus," saat mereka membawa jenazah Siraj ke sebuah rumah.

Terlihat para pelayat saling berpelukan dan menangis tersedu-sedu.

Berdasarkan keterangan polisi, dua penyerang menembak para pendeta di pinggiran kota, membunuh pastor William Siraj dan melukai seorang pendeta lain.

Sampai saat ini dikutip dari CNN, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini.

Azad Marshall, Uskup senior di Gereja Pakistan, mengutuk serangan itu.

"Kami menuntut keadilan dan perlindungan umat Kristen oleh Pemerintah Pakistan," tulis Marshall dalam cuitannya di akun Twitter.

Rekan Siraj, Pendeta Reverend Patrick Naeem, turut menjadi korban dari insiden ini. Menurut juru bicara rumah sakit Lady Reading, nyawa Naeem terselamatkan dan kini ia dirawat akibat luka yang diterimanya.

Menurut keterangan Uskup Azad, kedua orang tadi adalah pendeta dari Keuskupan Peshawar di Gereja Pakistan. Gereja tersebut merupakan persatuan beberapa kelompok gereja Protestan, seperti Metodis dan Anglikan.

Ini bukanlah pertama kali kekerasan menimpa kota itu. Pada 2013, beberapa orang tewas karena bom bunuh diri di depan gereja.

Sumber: www.cnnindonesia.com

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.