NYESALAN ESAU YANG TERLAMBAT*


*Amsal 3:21* 

_21 “Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,”_



*Renungan:*

Pagi ini Tuhan ingin setiap kita pasukan-Nya untuk terus lebih lagi melatih diri dalam kesabaran dan penguasaan diri melalui PERTIMBANGAN DAN KEBIJAKSANAAN HATI.


Ishak tidaklah terlalu miskin untuk dapat menyediakan makanan bagi keluarganya, atau Ribka adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak bisa mengatur kebutuhan makanan untuk seisi rumahnya, sehingga Esau harus menjual hak kesulungannya demi mendapatkan bubur kacang merah. 

Sebenarnya tindakan bodoh Esau lebih disebabkan karena nafsu yang tidak bisa ditahan dan tidak adanya pertimbangan panjang. Yang ada dalam pikirannya hanyalah memuaskan nafsu makannya saat itu dan kalau tidak ia akan mati. Untuk saat itu tidak ada yang dapat menyenangkan serta memuaskan hatinya selain sepiring bubur kacang merah. Ia menganggap bahwa bubur kacang merah yang sangat menggoda itu lebih penting daripada sebuah hak kesulungan. 

Seseorang pernah berkata, _“Kalaupun Esau harus mati karena lapar dan lelah, bukankah lebih baik mati dalam kemuliaan daripada hidup menanggung cela? Bukankah lebih baik mati di dalam berkat daripada mati di bawah kutukan?”_


Keputusan Esau menjual hak kesulungannya salah satunya disebabkan karena tidak adanya *pertimbangan* atau tidak berpikir panjang. Nafsu rakus untuk menikmati makanan, membuat Esau tidak mampu berpikir secara akal sehat . Tentunya Esau juga tahu apa itu hak kesulungan dan berkat-berkat apa saja yang akan diperolehnya melalui hak kesulungan tersebut. Buktinya, setelah ia tahu bahwa ayahnya telah memberkati Yakub, meraung-raunglah ia dengan keras sambil memohon agar bisa memberkatinya juga. Namun apa boleh buat semua sudah terlambat. Ketika Esau diperhadapkan pada keinginan yang besar untuk makan bubur kacang merah, ia sama sekali tidak berpikir panjang tentang pentingnya hak kesulungan. Ia terlalu terpikat dengan apa yang ada di depan matanya saat itu. 


Melalui kisah kehidupan Esau kita belajar tentang satu perkara penting yaitu membiasakan diri berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Seringkali kita begitu terpaku pada keadaan yang ada di depan kita, sehingga kita lupa untuk berpikir panjang dan menimbang-nimbang mengenai akibat atau konsekuensi dari keputusan yang kita ambil. 


Ada sebuah kata bijak yang berkata, _“Mujurlah orang yang tidak tergesa-gesa memutuskan, karena pertimbangan akan mencegah air mata penyesalannya.”_


*Berdoalah mohon hikmat dari Tuhan sebelum kita menuruti keinginan daging yang berakibat penyesalan. Matikanlah keinginan daging yang membuat kita menghalalkan segala cara, misalnya keinginan untuk cepat kaya membuat kita melakukan hal-hal negatif seperti korupsi, manipulasi, menipu, mengambil jatah orang lain, dan sebagainya; karena penyesalan selalu terlambat dan tidak berguna.*


_*Selamat menjadi pelaku Firman. 

Post a Comment

Berkomentarlah Sesui Topik.
Jangan Promosi donk Disini!!!!
Yang Melakukan Spammer Langsung Kami Hapus.
Terimakasih, Horas, Mauliate.